 KONSULTASI
Oleh: Bpk. Syarif Tanudjaja, SH
Konsultasi 9
Jumlah Muslimtionghoa di Indonesia dan Pola Hidupnya serta tentang Rukun Iman dan Islam
Assalamualaikum wr wb
Om Syarif, saya ingin bertanya jika om tidak keberatan menjawabnya...
1. Om jika boleh tahu pada saat ini ada berapa banyak jumlah etnis tionghoa yang beragama muslim?
2. Kemudian ada tidak perubahan kebiasaan atau perubahan pola hidup ketika seseorang menjadi mualaf?
3. Kemudian yang terakhir boleh tolong dijelaskan apa yang dimaksud dengan 6 rukun iman dan 5 rukun islam? Dan apa yang ingin diajarkan 5 rukun islam dan 6 rukun iman?
Om Syarif, terima kasih atas semua bantuannya...
wassalam wr wb
Email dari Meli dari Bandung
Waalaikumsalam wr wb;
1. Jumlah Tionghoa muslim secara pasti belum diketahui karena hampir semuanya ketika menjadi muslim mereka sudah terbaur dan karena politik pemerintah yang lalu mereka lebih enjoy dikenal sebagai muslim dibandingkan dikenal sebagai Tionghoa. Maka menurut kondisi seperti itu, diperkirakan paling banyak 1 juta orang, tetapi jika kita lihat sejarah bahwa Tionghoa Muslim sudah banyak dikenal sebagai pejabat di pemerintahan pada waktu itu dan ketika ekspedisi Haji Muhammad Laksana Cheng Ho tujuh kali mampir ke Nusantara, banyak diantara awak kapalnya yang muslim yang bermukim di Nusantara dan menikah dengan perempuann lokal. Salah satu contoh Raden Patah, ibunya adalah Tionghoa.
2. Ketika seseorang menjadi Muslim, tentunya kita harus menjalankan kehidupan pribadi dan keluarga secara individu Muslim tetapi mereka tidak perlu meninggalkan tradisi dan budaya asal golongan dan keturunannya dengan syarat tidak bertentangan dengan keyakinan pada Allah dan hukum-hukum Islam.
3. Islam didirikan diatas 3 pilar yakni Rukun Iman, Rukun Islam dan Ihsan (ahlak/ tasawuf/pembersihan hati), ketiga-tiga harus saling terkait dan TIDAK BOLEH terpisah satu dan lainnya , HARUS saling menguatkan. Ibarat bangunan, Rukun Iman (Akidah/pokok keyakinan) menjadi fondasinya dan yang lainnya menjadi tiang-tiangnya.
-Rukun Iman (Iman adalah dibenarkan oleh hati, diucapkan dengan lisan dan diamalkan oleh jasmani) ada 6 :
1. Iman kepada Allah 2. Iman Malaikat-malaikat 3. Iman kepada Kitab-kitab (suci : Taurat, Zabur=Mazmur jika di Kristen, Injil dan Al Quran) 4. Iman kepada para nabi-nabi 5. Iman kepada Hari Akhirat 6. Iman kepada qadar baik dan buruk
-Rukun Islam ada lima : 1. Mengucapkan dua kalimah syahadat (Asyhadu ala ilaha illallah wa asyhadu anna Muhammadar rasulullah = aku bersaksi bahwa tidak ada tuhan kecuali Allah dan aku bersaksi bahwa Nabi Muhammad adalah utusan Allah) 2. Mendirikan solat 3. Puasa di bulan Ramadhan 4. Zakat 5. Menuaikan ibadah haji
-Ihsan (solatlah kamu seolah-olah kamu melihat Allah, jika kamu tidak dapat melihat Allah, yakinlah bahwa Allah melihat kamu), rasa ini akan diperoleh melalui pembersihan hati.
"Awal-awal agama adalah mengenal Allah", jadi Mel harus belajar terlebih dahulu mengenai Allah supaya kenal, tak kenal maka tak sayang dan cinta.
Agama lain tidak ada yang mengajarkan pengetahuan siapa Tuhan, Allah kecuali hanya menyebutkan bahwa Allah adalah pencipta alam semesta ini dengan segala isinya tetapi tidak ada pengetahuan mengenalkan "siapa" Tuhan, Allah itu. Dan hanya di Islam, melalui Nabi Muhammad sebagai utusan-Nya dalam Al Quran kita diperkenalkan siapa Tuhan Pencipta Alam semesta itu yaitu Allah Subhana wata’ala (SWT) dengan segala sifat-sifat dan kekuasaannya serta bagaimana cara yang benar kita menyembah kepada -Nya.
Dalam Al Qur'an S.Adzaria : 56 disebutkan : "Tidaklah Aku jadikan jin dan manusia kecuali hanya untuk beribadah kepada-Ku". Jadi kita, sebagai manusia dijadikan Allah dalam segala kegiatan kita sejak bangun pagi hari sampai tidur di malam hari, sejak kita lahir sampai mati semata-mata untuk beribadah kepada Allah SWT. Bagaimana caranya, pelajari di Al Quran.
Untuk di awal, Moga-moga dengan pertolongan Allah SWT penjelasan Om ini dapat mencerahkan hati Mel. Insya Allah. Amin
Wassalam,
Konsultasi 8
Bagaimana Keyakinan Pasangan Terhadap Agamanya Sekarang ini
Bapak Syarif....Saya ucapkan terima kasih atas nasehat dan informasinya. Saya bertemu dengan teman saya itu karena sama-sama kuliah. Sikap & tingkah lakunya layaknya seperti orang muslim. Setiap bulan ramadhan tiba, beliau suka ikut shaum juga. Orangnya baik, sopan berbudi luhur. Semua orang simpatik terhadapnya (kebetulan semasa kuliah banyak teman yang muslim). Dan semua orang sudah sering mengajak dia untuk menjadi seorang muslim, tapi hingga saat ini hasilnya nihil..
Dia pernah bilang ke saya, bahwa sewaktu SMP dia pernah pindah agama dari Protestan ke Katolik.dan dia sudah berjanji tidak akan pernah pindah agama lagi. Tapi yang saya heran, dia suka bermalas-malasan pergi ke Gereja. Jadi apakah ini bisa diidentikan bahwa dia itu sudah mantap di Katolik atau belum?
Saat ini saya sudah tidak berharap banyak lagi untuk bisa berdampingan dengan dia. Tapi sangat disayangkan sekali.
Saat ini saya terus berharap ada seseorang yang memang jodoh saya, yang sudah ditentukan oleh Allah SWT, tapi terus terang saya sangat khawatir sekali..
Terima kasih ya Pak..semoga kita semua selalu berada dalam lindungan Allah SWT. Amien..
Wassalam wr wb
Email: Meiti-Jakarta
Waalaikum salam wr wb;
jika demikian, teman ananda itu bukan termasuk Katholik yang sudah beridentitas, tetapi hanya karena keakuannya yang pernah berkomitmen. Menurut saya jika seseorang pindah agama dari Protestan ke Katholik tidak lebih "rendah" ? Karena di gereja Katholik banyak patung-patungnya, sekalipun patung Yesus dan Maria. Atau ...... karena nostalgia karena agama orang tuanya jika tidak salah Budha, Konghucu, di sana banyak patung-patung Budha, Dewi Kwann Im dan lain-lain ? Kita doakan saja, semoga dia mendapat Taufiq Hidayah Allah SWT. Amin
Tentang jodoh, tidak usah dikejar tetapi senantiasa mohon kepada Allah SWT, jika belum ada, ....sabar, Insya Allah dikabulkan."Mintalah kepada-Ku, maka akan KU-beri" Tahu lagu Munajat Cinta Ahmad Dani, yang liriknya "Tuhanku kirimkan kepadaku kekasih yang baik hati (soleh) dan mau menerima aku apa adanya" ?.Amin
Wassalam,
Konsultasi 7
Solusi Memiliki Pasangan Beda Agama
By the way, saat ini saya sedang mengalami masalah pribadi. Saya bingung harus cerita kepada siapa. Saat ini saya sedang dekat dengan seorang laki-laki (turunan tionghoa). Pada awalnya saya berpikir dia akan mendapatkan hidayah, tapi setelah lama menunggu kurang lebih 3 tahun ternyata dia belum mau berpindah agama (dari Katolik). Sebagai info, dia berasal dari keluarga kristen fanatik. Tapi bapak beliau masih konghucu, saya takut sekali bila ingin mengajak dia masuk Islam. Sebenarnya dia sayang sama saya, tapi dia tidak bisa meninggalkan keyakinannya, dia sudah berjanji tidak akan pindah agama.
Yang ingin saya tanyakan, apakah janji orang Katolik itu harus ditepati? Apakah ada solusi untuk masalah saya? Terus terang saya sangat sedih sekali tentang hal ini. Karena dia sebenarnya sudah tahu banyak tentang Islam. Mohon maaf bila saya terlalu panjang lebar.
Terima kasih atas perhatian dan bantuannya.
Email: Meiti-Jakarta
Waalaikum salam wr wb ;
Mengenai teman ananda yang tersebut, harus diketahui terlebih dahulu pribadinya dengan baik, apakah dia dalam beragama Katholik, status keimanannya "sudah titik atau koma" .Jika sudah titik, ananda tidak usah berharap lebih jauh untuk hidup berdampingan dengan teman tersebut. Tetapi jika masih koma, dalam arti dia pada tahap awal, masih mau mendengar/menerima pengetahuan tentang agama lain, Islam, direnungkan, dikaji dan didiskusikan, kemudian tanyakan kepada hatinya serta dia HARUS JUJUR dengan hatinya, jangan dipengaruhi oleh hal-hal lain seperti dogma dalam agama Katholiknya, "benar salah, masuk di akal atau tidak, harus ditelan bulat-bulat"
Baru saja ada pengalaman, yang baru masuk Islam setelah diskusi dengan saya dan beberapa jamaah MUSTIKA di kantor DPP PITI, dia adalah seorang yang fanatik di agamanya dan mencoba meyakini keyakinan agama Protestannya kemudian dia beralih ke Katholik. Makin coba diyakini/diimani malah akal dan hati nuraninya semakin menolak, bahwa ada sesuatu yang dipaksakan, bahwa Yesus adalah Tuhan atau anak Tuhan, sesuatu yang tidak masuk di akal dan terlalu dipaksa-paksakan. Inilah HIDAYAH. Hidayah di setiap diri manusia itu sudah ada, cuma masalahnya apakah yang bersangkutan mau menggalinya atau tidak, inilah yang disebut TAUFIQ. Jika dia masih mau mencari kebenaran dan kebahagiaan hakiki, dia pasti bertemu di agama Islam, tidak mungkin di agama lain. Karena kebahagiaan dan kebenaran hakiki adalah beriman, taat dan patuh pada perintah-perintah Tuhan, Allah SWT yang tidak ada sekutu bagi-Nya. Jika Tuhannya masih ada sekutunya maka tidak akan diperoleh kebenaran, kebahagiaan, ketenteraman hatinya tetapi hanya kebahagiaan yang semu. Jika sudah beriman kepada Allah SWT yang tidak ada sekutunya, tidak ada satupun dalam kehidupan kita yang akan membuat kita gelisah, karena apapun kondisi kita apakah sehat, sakit, kaya, miskin, semua POSITIF dan kebaikan untuk kita.
Itulah pendapat saya untuk teman ananda tersebut berdasarkan pengalaman berdakwah puluhan tahun di kalagan etnis Tionghoa.
Jika dia mau mengkaji hidup dan kehidupan di dunia ini dan kemudian mau jujur dengan hatinya, dia SELAMAT, jika tidak, akan CELAKA karena dia akan sadar setelah kematian itu datang, TERLAMBAT !
Karena menurut hadits Rasulullah SAW, "Sesungguhnya manusia dilahirkan dalam keadaan fitrah (suci/tidak bawa dosa warisan) yang menjadikan dia majusi, nasrani dan yahudi adalah kedua orang tuanya"
Kesimpulannya adalah jika seseorang kembali memeluk agama Islam hakekatnya dia kembali kepada fitrah keinsanannya.Amin
Semoga bermanfaat dan menjadi bahan renungan.
Wassalam wr wb
Konsultasi 6
Pendirian Yayasan penyandang cacat dan donatur orang asing non muslim
Sebelumnya saya ucapkan terima kasih atas balasan surat saya dari Bapak Syarif Tanudjaja. Alhamdulillah saya mendapat kepercayaan dari seorang penyandang dana (berkebangsaan asing) untuk mendirikan sebuah yayasan cacat. Modal sudah disiapkan secara pribadi oleh beliau. Sebagai info, saat ini beliau sedang mempelajari agama Islam di sebuah perguruan tinggi Islam. Mohon doanya agar beliau mendapatkan hidayah dari Allah SWT. Amien.
Email: Meiti-Jakarta
Walaikumsalam wr wb;
Jika beliau di Jakarta, bagaimana jika beliau silahturahim dengan saya. Hidayah, hak Allah Swt, wasilah adalah kita-kita yang punya pengalaman perjalanan rohani. Saya akan menyampaikan pengalaman pencarian keyakinan yang benar (Islam) kepada beliau. Apa yang membedakan secara prinsip satu agama dengan agama yang lain adalah cara pandang masing-masing agama tersebut tentang ketuhanan, dan berdasarkan pengalaman saya, ketuhanan menurut agama Islam adalah sederhana dan mudah dicerna serta diterima oleh akal, tidak seperti agama lain (Kristen/katholik). Jika masalah ini, sudah clear, dan tidak ada pertanyaan maka beliau sudah dapat menjadi Muslim dan lain-lainnya dapat dipelajari setelah itu termasuk solat dan baca Quran serta yang lain-lainnya.. Insya Allah. Saya juga seorang Notaris, jika satu saat anda mau buat akta pendirian Yayasan saya dapat membantunya. Amin
Wassalam,
|