05 Sept 2010
    
 
Menu    >> Home  >> >> Tips_1 
Agenda

 

Polling

 


 

<02/04/2008>

CARA MENDAPATKAN TAQWA


Cara mendapatkan taqwa  merupakan satu pakej yang terdiri dari tiga perkara penting dan paling asas dari keseluruhan usaha taqwa. Kalau tiga perkara ini tidak diperolehi dan tidak dihayati, maka usaha yang lain tidak ada arti apa-apa. Tiga perkara dalam pakej itu adalah:

1. Iman
Iman di sini ialah apa yang diterangkan di dalam rukun iman yang enam yaitu percaya kepada Allah, malaikat-Nya, kitabNya, RasulNya, hari Akhirat dan Qadha & Qadar.
Dalam membangun iman di atas enam rukun iman itu, ada tiga rukun lagi yaitu ilmu, yakin, dan penghayatan.

2. Islam
Islam merangkumi lima rukun Islam yaitu mengucapkan dua kalimah syahadat, sembahyang, puasa, zakat dan haji. Seperti juga iman, cara utnuk membangunkan lima rukun Islam ini ada rukunnya pula sebagi tiangnya yatiu ilmu, yakin, pelaksanaan, dan penghayatan.

3. Ihsan
Ihsan ditakrifkan Rasulullah:
Hendaklah engkau sembah Allah seolah-olah engkau melihatNya. Memang engkau tidak dapat melihat Tuhan tetapi hendaklah engkau sadar dan rasakan di dalam hati engkau, Tuhan melihat engkau.

Ihsan ini sangat susah di amalkan. Ia ada di dalam ibadah dan di luar ibadah. Waktu sembahyang ada ihsan, diluar sembahyang ( sedang bekerja, duduk, baring dll) ada ihsan. Artinya rasa bertuhan tidak boleh hilang. Rasa Tuhan melihat, berkuasa dan mengetahui dan sebagainya tidak boleh hilang.

 

<16/03/2008>

Tips Ruh dalam pergaulan

1. Dalam kita bergaul, kita tidak dapat mengelak daripada melihat maksiat. Maka hendaklah kita mengambil pengajaran daripadanya. Hati mesti rasa takut dnegan maksiat yang dibuat oelh orang lain itu dan hati rasa bimbang kalau-kalau kita turut sama terlibat dengannya.

2. Di antara ruh dalam pergaulan lagi, hati rasa lapang dada berhadapan dengan bermacam-macam perangai manusia. Maklumlah kita sedang  bergaul di tengah-tengah masyarakat. Kadang-kadang waktu kita hendak rehat, di masa itulah orang hendak berjumpa kita. Di waktu itu hendaklah lapangkan dada walaupun hati rasa tidak senang. Yang sebenarnya Allah hendak beri kita pahala waktu itu. Inilah yang dikatakan tasamuh (toleransi) yakni berlapang dada ketika bergaul dan berhadapan dengan berbagai-bagai ragam manusia.

3. Di antara ruh dalam pergaulan lagi, belajar membaiki diri daripada orang. Sebab tidak kurang juga kita melihat orang-orang yang baik dalam pergaulan kita. Itulah pengajaran lisanul hal untuk kita tiru. Itulah tarbiah untuk diri kita.

<16/03/2008>

Cara memperjuangkan Syariat Allah hingga menawan hati:


1.Mesti memperjuangkan Allah sebagai pemilik syariat lebih dahulu agar Allah dikenal, dicintai, dibesarkan, disucikan, dijadikan sandaran, ditakuti dan lain-lain.

2.Setelah itu memperjuangkan rukun Islam yang lima yang menjadi asas agama. Setelah Allah dikenal maka dia akan melaksanakan rukun Islam yang lima atas dasar cinta dan takutkan Allah. Bukan semata-mata atas dasar kewajiban saja.

3.Setelah itu barulah memperjuangkan wajib-wajib yang lain. Wajib yang lain itupun ada yang fardhu, ada yang fardhu kifayah. Yang fardhu ain pada setiap individu mesti didahulukan. Bila dikerjakan, maka akan mendapat pahala, dan bila tidak dikerjakan, dia akan menanggung dosa. Ada wajib fardhu kifayah yang berbentuk umum misalnya menyediakan makanan halal, yang mana kalau ada sekelompok umat Islam yang sudah membuatnya, maka yang lain akan terlepas dari dosa. Tapi kalau tidak ada sekelompok yang melakukannya, semua umat Islam di situ berdosa.

<10/03/2008>

CARA-CARA MENGHIDUPKAN IMAN


1. Banyak tafakur

2. Banyak membaca Al-Quran dengan faham makna dan kehendak ayat.

3. Mengamalkan syariat. Syariat lahir banyak membenihkan iman. Apabila lebih banyak berjuang, lebih banyak sembahyang, maka semakin bertambah iman.

4. Banyak mengingati dosa. Ia akan menyuburkan rasa takut pada Allah. Apabila membuat ibadah tetapi rasa selamat dan hilang rasa takut, itu adalah istidraj. Artinya kita tertipu. Kita sangka dapat iman tapi sebenarnya tertipu di dalam beribadah.

<03/03/2008>

BERNIAGA/BEREKONOMI DAPAT UNTUNG DUNIA DAN AKHIRAT MENGIKUT SYARIAT ALLAH


1. Perniagaan yang dijalankan betul-betul dengan niat karena mencari keredhaan Allah.

2. Dengan membuka perniagaan, bukan saja ingin mendapatkan uang dari pelanggan, tetapi kita sebenarnya memberi khidmat dan layanan kepada masyarakat dengan menyediakan keperluan mereka.

3. Khusus di bidang makan minum, berarti banyak orang yang kita tolong. Apalagi kalau menjual dengan harga yang relatif murah, tidak menekan, bukankah manusia telah mendapat pertolongan yang besar. Dan itulah satu kemenangan dan kepuasaan karena dapat menggembirakan manusia? Dengan sebab itu kita akan digembirakan Allah.

4. Semakin lama kita berniaga, semakin pandai kita melayan pelanggan, maka semakin banyak dapat kawan. Di akhirat kawan boleh memberi syafaat.

5. Jadikan medan bisnis menjadi gelanggang kerjasama dan perpaduan

6. Berusahalah menjadi orang yang bertolak ansur atau mengalah dengan orang lain. Alangkah baiknya kalau dapat mengutamakan orang lain serta suka memberi peluang kepada orang lain. Jual beli menjadi berkat, hati menjadi tenang, rezeki bertambah.

7. Ujian-ujian dalam perniagaan memang banyak. Allah akan lakukan itu semata-mata untuk memberi peluang kepada para peniaga untuk bersabar,  yakni menerima ujian dengan hati yang takut dan harap kepada Allah orang sabar akan mendapat rezeki dan pahala tanpa hisab.

8. Dengan berniaga memberi kesempatan kepada orang lain untuk mendapatkan pekerjaan yang halal.

9. Hendaknya kita selamat dari tamak dan serakah kepada duit semata-mata dalam perniagaan. Sebab sebenarnya khidmat (layanan) , itulah pahala yang besar dimana  dapat memasarkan barang – barang buatan orang Islam.

10. Keuntungan paling besar dari perniagaan akan perolehi bila cukup nisabnya yakni membayar zakat sebagai salah satu dari rukun Islam. Zakat bagaikan jembatan kasih sayang antara orang berada dengan orang yang memerlukan.

11. Kemuncak dari segala keuntungan ialah perniagaan seseorang ialah perniagaan menjadikan seseorang bertambah ilmu dan pengalaman

12. Bersih dari riba, perkara haram, penindasan, monopoli, kartel dll, hutang yang tidak dibayar,ketidakjujuran,hal melalaikan.


<23/02/2008>

Cara Menegur yang Baik
(Berseni dan Berhalus Ukuran Keikhlasan dalam Berjuang)


1. Dalam Menegur orang, kalau kita rasa dengan teguran kita itu dia akan marah atau berdendam dengan kita bahkan dengan anak isteri dan keluarga kita, haram hukumnya kita menegurnya. Sebab agama adalah nasihat. Tujuan memberi nasihat adalah untuk menghilangkan kejahatan. Kalau dengan nasihat itu lebih membesarkan kejahatan atau kemuingkaran, haram hukumnya dilakukan.


2. Katalah ada empat atau lima orang yang kita nilai mampu untuk memberi nasihat pada seseorang dengan halus dan berseni, maka pilihlah orang yang dapat memberi kesan yang paling mendalam. Kehalusan dalam berdakwah dan menyampaikan nasihat ini ada hubungannya dengan keikhlasan seseorang. Semakin tinggai keikhlasannya, semakin tinggilah kehalusannya dan semakin seni.


3. Dalam memberi nasihat jangan mengambil peluang di atas kesalahan orang lain. Katalah dalam majlis itu ada orang yang sudah lama kita tidak senang dengannya atas kesalahan yang dibuatnya. Maka kita pun memberi nasihat di atas kesalahannya itu. Lahirnya memberi nasihat, tetapi dalam hati mengambil kesempatan, misalnya memberi malu. Kalaupun tidak mungkin ada tujuan lain, misalnya supaya kawan-kawan mengatakan kita hebat, pandai memberi nasihat, mempunyai ilmu yang luas dll. Sebab itu kalau mau memberi nasihat nilailah diri kita dulu. Kalau kita rasa dengan nasihat kita tidak akan memperbaiki keadaan, maka carilah orang lain yang kita rasa dapat memberi nasihat yang boleh memperbaiki keadaan.

<18/02/2008>

LANGKAH-LANGKAH PENDIDIKAN MELALUI AL-QURAN & HADIST DALAM SISTEM PENDIDIKAN RASULULLAH


1.Mendidik jiwa tauhid agar tumbuh rasa kehambaan yang tinggi terhadap Allah. Ini dibuat dengan membawa manusia berfikir tentang kebesaran, kuasa, kehebatan, kebaikan, rahmat Allah serta nikmat-Nya.

2. Mendidik hati agar rasa rindu dengan syurga Allah, rahmat, keampunan, bantuan Allah dan lain-lain. Ini dilakukan dengan menyebutkan kabar-kabar gembira (tabsyir) tentang perkara-perkara tersebut.

3.Mendidik iman dan taqwa di hati agar  merasa gentar dengan neraka dan azab Allah, serta ancaman dan kemurkaan Allah.Hal ini didapat dengan menyebut perkara-perkara yang menakutkan manusia (tanzir) misalnya dalam cerita di ayat Quran dll.

4. Mendidik agar melakukan amal soleh dan berakhlak mulia.Untuk itu, Al-quran banyak menceritakan sejarah hidup para nabi, rasul, dan orang-orang soleh sebagai panduan dalam menjalani hidup sebenarnya.

5.Mendidik agar menghindari sifat-sifat jahat dan agar selamat dari api neraka. Maka ceritakan perihal orang-orang atau musuh Allah seperti Firaun, Namrud, Qarun, Haman dll.

6.Mendidik agar memiliki sikap hidup yang khusus sebagai seorang Islam, agar selamat di dunia dan di akhirat. Maka Al-Quran mengajarkan tentan syariat atau hukum-hukum Allah. Ada perkara haram atau makruh yang perlu di jauhi. Ada pula perkara wajib, sunat, dan harus yang perlu buat. 

 

<14/02/2008>

Panduan Dalam Menghadapi Kehidupan Agar Jiwa Tenang

1. Bila menerima nasib buruk, redhalah sebab yakin Allah yang telah mentakdirkannya.

2. Bila datang ujian, sabarlah karena ujian itu bermaksud untuk menghapuskan dosa dan meninggikan derajat kita di sisi Allah.

3. Bila datang nikmat dari Allah baik lahir maupun batin, maka bersyukurlah hingga timbul rasa ingin menolong sesama.

 4. Setiap kali selesai berusaha, berikhtiar dan beribadah kepada Allah, serahkanlah hasilnya kepada Allah.

5. Setiap kali terbuat dosa, timbul rasa menyesal dan rasa takut pada hukuman Allah di dunia dan di Akhirat dan mengharap ampunan dari Allah.

6. Selalu beradab dan malu dengan Allah yang senantiasa menunaikan kehendak kita.

7. Jika keinginan tidak  diperoleh, redhalah sebab sadarlah bukan kita yang menunaikan hajat tapi Allah.

 

 

 <10/02/2008>

Langkah-langkah Untuk Membuang Gila Dunia


1.Harta, uang, pakaian, makanan, kendaraan, tempat tinggal dan segala kekayaan kita yang halal untuk mencari keredhaan Allah.

2.Kedudukan kita, jabatan, pangkat, nama yang mashyur, pengaruh dan ketinggian apa saja yang memungkinkan kita merasa ”tuan” di dunia ini hendaklah digunakan untuk mencari keredhaan Allah, baik menegakkan hukum Allah, menggiatkan dakwah Islamiah, bertindak adil dan ikhlas dalam mengatur kegiatan dakwah serta membuka peluang-peluang untuk Islam dan umatnya.

3.Hentikan dari usaha-usaha mencari kekayaan dan ketinggian dunia hanya karena keindahan duniawi tetapi arahkan usaha itu kepada agama Allah untuk negara Akhirat yang kekal abadi.

4.Bagikan isi dunia yang datang ada kita untuk hamba-hamba Allah yang lebih memerlukannya.

5.Mohonlah selalu hidayah dan taufik dari Allah agar kita menjadi seorang yang zahid yang berilmu


<05/02/2008>

Langkah-langkah Menghilangkan

Hasad Dengki


1. Setiap kali orang yang kita dengki itu memperoleh kejayaan, kita kunjungi dia untuk mengucapkan tahniah ( selamat ) dan bergembira bersamanya. Sebaliknya apabila orang itu mendapat bencana, kita kunjungi juga untuk mengucapkan takziah (turut berduka) dan ikut bersedih bersamanya.

2. Sanjung dan pujilah kebaikan dan keistimewaan orang yang  kita hasad dengki itu di belakangnya dan kalau ada kesalahan dan keburukannya kita rahasiakan.

3. Selalu datang dan berilah hadiah kepada orang yang kita dengki itu.

4. Kalau ada orang mencoba menjatuhkan orang yang kita dengki itu, mesti membelanya. Jangan melayani orang atau syetan yang hendak merusak mujahadah kita.

5.Berdoalah pada Allah SWT agar memudahkan kita mengobati penyakit dengki yang ada dalam diri kita itu

 

<30/01/2008>

Cara Membuang Sifat Sombong


1. Ada ilmu tentang sifat-sifat mazmumah/ sifat buruk
Adanya ilmu ibarat ada cahaya yang mampu menyuluh sifat-sifat mazmumah didalam diri termasuk sifat sombong.


2. Bawa berfikir selalu tentang kejadian manusia
Manusia dijadikan dari tanah dan akhirnya kembali ke tanah, jadi apa yang harus dibanggakan antara satu sama lain.

3. Fikirkan dan sadarkan hati kita bahwa kejadian manusia yang kedua adalah daripada air mani yang hina

4. Melihat respon orang lain terhadap kita

5. Ambil iktibar dari pengalaman hidup

6. Ingat azab Allah untuk orang yang sombong

 

<25/01/2008>

Tips Zuhud

(hati tidak terpaut atau tidak terpengaruh dengan dunia dan nikmat-nikmatnya)


1. Mewah mesti pada tempatnya. Umpamanya, kalau makan kenduri atau makan berjemaah, dibenarkan kita bermewah-mewah lauk pauknya. Tetapi kalau makan seorang, sebaiknya berzuhud.

2. Miskin itu tidaklah dilarang tetapi tidak dibenarkan sampai tidak mencukupi keperluan-keperluan asas. Jadi dibenarkan miskin asal cukup keperluan asas.

3. Bermewah-mewah tidak boleh di sebarang tempat seperti di waktu orang semuanya miskin, tidak dibenarkan kita bermewah-mewah. Agar kekayaan itu dapat disalurkan kepada orang miskin.

 

<19/01/2008>

Tips Menghilangkan Rasa Marah


1.Mula-mula mesti rasa malu kepada Allah. Perbandingannya adalah kalau ada orang penting di rumah kita, sanggupkah kita memarahi isteri kita di depan orang itu? Tentu tidak. Terlebih lagi terhadap Allah karena maha Melihat bahkan senantiasa bersama kita.


2.Apabila datang rasa ingin marah, maka katakan pada diri kita, “Ya Allah, aku tahu pemarah itu adalah hina di sisiMu. Tolonglah pelihara diriku dari segala kejahatan nafsu dan selamatkan diriku dari api Neraka.”


3.Sesudah itu kita diam. Jangan marah tetapi banyakkan zikir ingat kebesaran Allah. Allah Tuhan yang Maha Besar itu pun bersifat sangat pemaaf. Kalau begitu layakkah kita menjadi pemarah? Bukankah kita hamba yang hina dina?


4.Kita harus insaf bahwa setiap manusia termasuk diri kita sendiri, memiliki kelemahan dan kekurangan. Kalau hari ini orang bersalah pada kita, maka tidak mustahil bahwa satu saat nanti kita akan bersalah dengan orang lain. Kalau kita bersalah kita tidak suka orang lain memarahi kita. Begitulah juga kalau orang lain yang bersalah dengan kita, dia tentu tidak suka kalau dimarahi. Karena itu tegurlah dengan lemah lembut dan kasih sayang.

<10/01/2008>

Langkah-Langkah Menjaga Pandangan dan Pendengaran Hanya Kepada Mengingatkan Kepada Allah

1. Banyakkan membaca Al Quran dan terjemahannya, hadist dan kitab-kitab serta buku-buku agama dan risalah yang berunsur dakwah.

2. Selalu mengunjungi mesjid, tempat pengajian agama, majelis dakwah, tahlil dan zikrullah serta mengelak dari tempat-tempat maksiat dan pergaulan bebas.

3. Mendatangi orang-orang soleh, sebab dengan melihat mereka dapat memberi kekuatan

4. Ingat mati , karena selalu mengingat mati akan melembutkan hati.

5. Elakkan dari menonton TV yang tidak berfaedah

<05/01/2008>

Cara memelihara Sembahyang

1.Sembahyanglah di awal waktu
2.Perhatikan syarat, rukun, sah dan batal sembahyang
3.Jaga bacaan dalam sembahyang
4.Jaga makna bacaan
5.Jaga
penghayatan
6.Kalau berjemaah, jaga saf dan barisannya

<01/01/2008>

Langkah – langkah yang perlu diambil untuk mengelak dari makanan yang haram

1. Jangan memakan makanan yang zatnya jelas haram seperti arak atau makanan yang dicampur arak atau daging yang tidak disembelih.

2. Jangan memakan makanan yang bernajis baik sifatnya najis (karena dibuat dari bahan yang tidak halal) atau karena cara mencucinya tidak betul atau tidak menurut syariat, sehingga tetap najis (tetap tidak halal)

3. Jangan memakan daging yang disembelih secara tidak halal dan membersihkannya tidak menurut syariat.

4. Jangan memakan makanan yang dibeli dengan uang yang haram (sekalipun makanan itu halal). Uang yang haram contohnya uang suap, uang riba, uang curian dan tipuan.

5. Jangan kita memakan makanan dari usaha yang haram seperti riba, pelacuran, judi dan lain-lain.


<27/12/2007>

Panduan Berdoa Dan Meminta

Untuk memohon sesuatu hajat kepada Tuhan baik untuk diri atau kawan bila ada hajat yang diminta. Maupun ada perkara yang negative, yang minta ditolak
Dengan bersedekah lebih tajam daripada hanya berdoa saja. Inginkan bantuan Tuhan atau hendak pertolonganNya. Ia lebih diharapkan diterima Tuhan. Lebih-lebih lagi yang paling baik sebelum meminta:
(1) Bertobat dan membaiki diri lebih dahulu
(2) Kemudian bersedekahlah kepada fakir miskin atau sesiapa yang perlu
(3) Setelah itu tadahlah tangan dan berdoa kepada Tuhan.
InsyaAllah akan dikabulkan

<21/12/2007>

KEBAIKAN DARI SIKAP ISTIQOMAH
( beramal yang berterusan/rutin)

 Amalan yang dibuat secara istiqomah akan berkesan. Umpama setitik air kalau terus menerus jatuh diatas batu itu, maka lama kelamaan akan melekukkan batu. Sebaliknya kalau banjir sekalipun, tetapi hanya sekali datangnya, tentu tidak akan berbekas pada batu.

 Tujuan beramal ialah untuk membuahkan iman dan akhlak. Setiap kali kita beramal kita akan merasakan nikmat itu. Bila dikekalkan, inilah yang akan memelihara iman kita.

 Musuh kita nafsu dan syaitan tidak pernah berhenti mengganggu. Dengan istiqomah, barulah seimbang pertahanan kita terhadap musuh. Maknanya kita juga tidak pernah beristirahat mempertahankan iman kita. Imam Ghazali mengingatkan: “Banyakkanlah olehmu amalan yang terasa berbekas di hati”.

<17/12/2007>

CIRI-CIRI MENJADI ORANG BERTAQWA

Ingat dua perkara

1. Ingat selalu kebaikan, jasa dan budi orang kepada kita, bila ada kesempatan balaslah sesuai kemampuan. Apalagi ingatlah selalu kebaikan Allah hingga timbul rasa bersyukur dan menjadikan mudah berbuat amal kebaikan.

2. Ingatlah senantiasa kesalahan kita kepada orang lain dan meminta maaflah. Juga terutama kesalahan kita terhadap Allah. Ini kita lakukan agar kita tak mengulangi lagi dan timbul rasa berdosa hingga selalu meminta ampun pada Allah.

Lupa dua perkara

1. Lupakan segala budi, jasa dan kebaikan kita kepada orang. Kembalikan segala kebaikan yang kita buat itu kepada Allah hingga hati kita tidak ada rasa sombong.

2. Lupakan kejahatan orang terhadap diri kita supaya tidak timbul rasa marah dan dendam terhadap orang. Apalagi lupakanlah segala kesusahan, ujian, atau musibah seperti sakit, kerugian dll, supaya tidak timbul perasaan tidak sabar dan tidak redha dengan Allah.

Menyukai apa yang Allah suka

Membenci apa yang Allah benci



                                                                  <12/12/2007>                                                                              

CARA MENJAGA HIDAYAH AGAR IA KEKAL

1. Bersyukur akan nikmat hidayah itu. Rasakan bahwa ia nikmat dan pemberian yang tidak ternilai.

2.istiqamah/rutin mengamalkan syariat dengan tekun serta penuh rasa bimbang kalau-kalau Allah tarik semula hidayah yang telah diperolehi itu.

3. Hendaklah mujahadah selalu dengan penuh sabar terutama di waktu-waktu terasa malas hendak beribadah dan terasa ringan  berbuat maksiat.

4. Selalu bergaul dengan kawan-kawan yang baik. Ini sangat membantu menjaga syariat dan terasa kuat dengan kawan.

5. Kalau ada pemimpin, jangan terlepas dari pimpinannya. Pemimpin senantiasa memberi nasehat, tunjuk ajar dan ilmu.