<01/09/08>
Perkara yang Makruh Ketika Berpuasa
1. Berkumur-lumur dan menggosok gigi selepas siang hari
2. Memasukkan air ke dalam hidung secara berlebihan
3. menghirup wangi-wangi atau sesuatu yang menyelerakan
4. merasa makanan dengan lidah walaupun tidak ditelan.
Dibolehkan merasakan makanan di ujung lidah dan mengeluarkan semula, tetapi makruh hukumnya. Berkata Ibnu Abbas ra :”Tidak mengapa jika ia merasai makanan yang asam atau sesuatu yang hendak dibelinya.”
5. Mengunyah benda keras yang tidak boleh hancur seperti karet dan sebagainya.
<25/08/08>
PERKARA YANG MEMBATALKAN PUASA
1.Jika berniat hendak berbuka puasa
2.Memasukkan sesuatu ke dalam salah satu rongga seperti hidung, mulut, dubur dan qubul.
3.Menyengaja muntah, dengan memasukkan apa saja ke dalam kerongkongan
4.datang haidh atau nifas (bagi perempuan)
5.Hilang akal yaitu gila dan sebagainya
6.Mengeluarkan mani dengan sengaja, adapun keluar mani yang sendirinya (mimpi), tidak batallah puasanya
7.Bersetubuh di waktu siang hari puasa (hal ini ada hukumannya)
8.Murtad (berpaling dari agama Islam) baikpun dengan perkataan atau perbuatan ataupun dengan kepercayaan (I’tikad)
<21/08/08>
PERKARA SUNNAT PUASA
1.Menyegerakan berbuka, setelah yaqin (hati kita) terbenam matahari, sampai waktu magrib)
2.Melambatkan sahur selama fajar shadiq belum timbul ialah kira-kira jam 03.15 atau jam 03.30 malam.
3.Membaca doa ketika berbuka yaitu lafadhnya:
Allahumma laka shumtu wabika amantu wa’ala rizqika afthartu biramatika ya arhamar rahimin.
Artinya: Ya Allah bagi Engkaulalh puasaku, dan dengan Engkaulah percaya aku, dan atas rezeki Engkau berbuak aku dengan rahmat Engkau wahai Tuhanku yang amat mengasihani.
4.Memperbanyak ibadah, misalnya membaca Al Quran, berzikir, sembahyan tarawih dan sebagainya.
5.Memperbanyak shadaqah (sedekah) atau mengantarkan makanan dan minuman ke Masjid untuk orang-orang berbuka yaitu bagi orang yang ada (mampu)
<15/08/08>
RUKUN PUASA
Ada 2 (dua) perkara:
1.Niat, yaitu menyengaja dalam hati pada tiap-tiap malam puasa, waktunya dari tenggelam matahari hingga terbit fajar shadiq, adapun lafadh niatnya yaitu:
“Nawaitu shauma ghadin’an adai fardhi syahri ramadhana hadzihis sanati lillahi Ta’ala.
Artinya: Sengaja saya puasa besok hari menunaikan fardhu bulan Ramadhan tahun ini karena Allah Ta’ala.
2. Menahan makan, minum dan menjauhi sekalian apa yang membatalkan puasa
<10/08/08>
Puasa
Artinya menahan makan, minum dan segala apa yang membatalkannya dan waktunya mulai terbit fajar subuh hingga tenggelam matahari di waktu magrib. Setiap orang yang percaya kepada Allah (orang Islam) diwajibkan (wajiblah) berpuasa Ramadhan sebagaimana firman Alla Ta’ala yang termaktub di dalam Al Quran
surat Al-Baqarah ayat: 183.
Ya Ayyuhal ladzina amanu kutiba’alaikumus shiyamu
kama kutiba alal ladzina min qablikum la’allakum tattagun.
Artinya: Hai sekalian orang yang percaya kepada Allah! Diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana yang telah diwajibkan atas orang-orang yang dahulu (sebelum kamu) mudah-mudahan kamu berbakti (takut) kepada Allah Ta’ala.
Syarat-Syarat Yang Wajib Puasa
- Beragama Islam
- Baligh (sampai umur), tidak diwajibkan bagi anak-anak, tetapi bagi ayah atau ibu hendaklah melatih sedapat-dapatnya (sekuasanya)
- aqil (berakal) tidak diwajibkan bagi orang yang gila dan sebagainya
- kuasa mengerjakannya
- suci dari haidh dan nifas (bagi perempuan)
<05/08/08>
Shalat Tahajud
Shalat sunat yang dikerjakan pada waktu malam; sedikitnya dua raka’at dan sebanyak-banyaknya tidak terbatas. Syaratnya dilakukan sesudah bangun dari tidur malam, sekalipun tidur hanya sebentar.
Niatnya: Ushalli Sunnatat Tahajjudi Rak’ataini Lillahi Ta’ala
Artinya: Aku niat shalat sunat tahajud dua raka’at karena Allah Ta’ala.
<30/07/08>
MASBUQ
Yaitu berjama’ah kepada orang yang sedang melaksanakan shalat (menyusul).
Peraturannya; laksanakan apa saja yang dilakukan imam setelah takbiratul ihram. Kemudian tambah rakaat yang kurang setelah imam salam. Pada saat menambah rakaat yang kurang boleh membentuk jama’ah dengan ma’mum lain yang sama-sama menjadi masbuq, dengan jalan; salah seorang melangkah ke depan menjadi imam atau ke belakang menjadi ma’mum
<16/07/08>
Jawaban Bagi Orang Yang Mendengar Adzan dan Qamat
-Hendaklah menjawab dengan perlahan-lahan sebagaimana yang diucapkan (dibaca) oleh orang yang Adzan atau Qamat, kecuali ketika Adzan atau Qamat membaca:
“Hayya alas shalah” dan “Hayya alal falah” maka hendaklah dijawab dengan : (La haula wala quwwata illa billahil ‘aliyyil ‘adhim)
Artinya: Tidak ada daya upaya dan tak ada kekuatan melainkan dengan pertolongan Allah yang maha Besar.
-Dan diwaktu Subuh jika mendengar yang Adzan membaca:
“Asshalatu khairun minan naum, maka hendaklah dijawab dengan: (Shadaqta wabararta waana ‘ala dzalika minasysyahidin)
Artinya:
Benar dan baiklah katamu itu! dan sayapun dari pada golongan orang yang menyaksikan.
-Dan jika yang qamat membaca: “Qad qomatis shalah” maka hendaklah dijawabnya dengan:(Aqamahallahu waadamaha waj’alni min shalihi ahlia)
Artinya: Mudah-mudahan Allah Ta’ala mendirikan sembahyang itu dengan kekalnya, dan dijadikanlah saya ini dari pada golongan yang sebaik-baik orang ahli sembahyang.
<07/07/08>
Hukum Bagi Orang Yang Tidak Mengetahui Arah Kiblat
Bagi orang yang tidak beroleh petunjuk-petunjuk kiblat misalnya oleh karena gelap atau awan, wajib bertanya kepada orang yang tahu. Dan seandainya tidak ada, hendaklah ia berijtihad dan mengerjakan shalat menurut arah yang dihasilkan oleh ijtihadnya itu. Shalatnya sah dan tidak wajib diulangi bahkan walaupun ternyata salah setelah selesai shalat.
Jika kekeliruan itu diketahui semenetara shalat, hendaklah ia berputar kearah kiblat tanpa memutuskan shalatnya.
Dari Ibnu Umar r.a katanya:
Artinya: “Sewaktu orang-orang berada di Kuba’ melakukan shalat Shubuh, tiba-tiba datanglah seseorang mengatakan: “Pada malam tadi Nabi Saw telah menerima wahyu yang menyuruh menghadap Ka’bah. Dari itu menghadaplah ke sana!”
Ketika itu muka mereka menghadap ke Syam, maka mereka pun berputar menghadap Ka’bah” (Disepakati oleh ahli-ahli hadist)
Kemudian bila seseorang shalat dengan menghadap ke suatu arah sebagai hasil ijtihadnya, jika hendak melakukan shalat yang lain ia wajib mengulangi ijtihadnya.
Dan seandainya ijtihadnya itu mengalami perubahan, hendaklah ia mengamalkan hasil yang kedua, tetapi tidak wajib mengulangi lagi salta yang pertama tadi.
<01/07/08>
Shalat – shalat Sunnat Sebelum dan Sesudah Melakukan Shalat yang Fardhu
Manakah shalat yang disunnatkan, sebelum dan sesudahnya melakukan shalat yang fardhu (wajib)?
2 (dua) raka’at sebelum Zuhur dan 2 (dua) raka’at sesudahnya
2 (dua) raka’at sebelum Ashar
2 (dua) raka’at sesudah Magrib
2 (dua) raka’at sebelum Isya dan 2 (dua) raka’at sesudahnya
2 (dua) raka’at sebelum Shubuh
<24/06/08>
DALIL YANG MEWAJIBKAN SHALAT
Wa-aqimush shalaata wa-aatuz zakaata war ka’uu ma’arraaki’iin.
Artinya: “Dan dirikanlah shalat, dan keluarkanlah zakat, dan tunduklah / ruku’ bersama-sama orang-orang yang pada ruku’”
(S. Al Baqarah, ayat 43)
Wa-aqimish shalaata innash shalaata tanhaa’anil fakhsyaa-i wal munkari
.
Artinya: ”Kerjakanlah shalat, sesungguhnya shalat itu mencegah perbuatan yang jahat (keji) dan yang mungkar.”
(S. Al-’Ankabut, ayat 45)
Perintah shalat ini hendaklah ditanamkan ke dalam hati dan jiwa anak-anak dengan cara pendidikan yang cermat, dan dilakukan sejak kecil, sebagaimana tersebut dalam hadis Nabi Muhammad saw sbb:
Muruu aulaadakum bish shalaati wahum abnaa-u sab’in wadl-rabuuhum ’alaihaa wahum abnaa-u ’asyrin.
Artinya: ”Perintahlah anak-anakmu mengerjakan shalat diwaktu usia mereka meningkat tujuh tahun, dan pukullah (kalau enggan melakukan shalat) di waktu mereka meningkat usia sepuluh tahun.” (HR. Abu Dawud)
<19/06/08>
Yang Membatalkan Shalat
1. Berhadas
2. Terkena najis yang tidak dimaafkan
3. Berkata-kata dengan sengaja walaupun dengan satu huruf yang memberikan pengertian
4. Terbuka auratnya
5. Mengubah niat misalnya ingin memutuskan shalat
6. Makan atau minum meskipun sedikit
7. Bergerak berturut-turut tiga kali seperti melangkah atau berjalan sekali yang bersangatan
8. Membelakangi kiblat
9. Menambah rukun yang berupa perbuatan seperti rukun dalam sujud
10. Tertawa terbahak-bahak
11. Mendahului imamnya dua rukun
12. Murtad artinya keluar dari Islam
<10/06/08>
SHALAT FARDHU & WAKTUNYA
Shalat fardhu itu ada lima, dan masing-masing mempunyai waktu yang ditentukan. Kita diperintahkan menunaikan shalat-shalat itu di dalam waktunya masing-masing.
1. Zhuhur
Awal waktunya setelah cenderung matahari dari pertengahan langit. Akhir waktunya apabila baying-bayang sesuatu telah sama panjangnya dengan sesuatu itu.
2. Ashar
Waktunya mulai dari habisnya waktu zhuhur sampai terbenamnya matahari.
3. Magrib
Waktunya dari terbenamnya matahari sampai hilangnya syafaq (awan senja) merah.
4. Isya
Waktunya dari mulai terbenam syafaq (awan senja), hingga terbit fajar.
5. Shubuh
Waktunya dari terbit fajar shiddiq, hingga terbit matahari.
<03/06/08>
Bacaan Al-Fatihah
Membaca Al-Fatihah itu adalah satu rukun dalam solat. Meninggalkannya bermaksud meninggalkan rukun dan batallah solat. Inilah mengikut mazhab Syafie. Namun, ada mazhab lain berpandangan bila kita bersolat pada waktu yang dibenarkan membaca suara (nyaring), iaitu subuh, maghrib dan isyak; 2 rakaat pertama itu tidak perlu membaca Al-Fatihah. Cukup sahaja kita mendengar bacaan Fatihah daripada Imam dan fatihah kita ditanggung imam. Sedangkan bagi Mazhab Syafie, 2 rakaat pertama itu perlu kita dengar dahulu bacaan Fatihah Imam tetapi selesai Imam habis membacanya, mestilah kita selesaikan bacaan fatihah kita pula.
Dalam Al-Fatihah, Bismillah..(hingga selesai) itu adalah termasuk daripada Al-Fatihah dan wajiblah membacanya. Meninggalkannya berarti cacatlah Al-Fatihah kita dan ternafilah rukun membaca Al-Fatihah tersebut. Dalam solat berjemaah, tidak boleh kita mengikut imam yang padanya tidak wajib membaca Bismillah, seperti yang kita sedia maklum ada mazhab selain Syafie yang tidak memberatkan bacaan Bismillah dalam Al-Fatihah.
<28/05/08>
PENTINGNYA NIAT
Setiap amal itu tergantung pada niatnya. Seseorang akan mendapatkan hasil sesuai dengan niatnya. Niat mempunyai dua pengertian:
1.Niat dalam arti getaran batin untuk menentukan jenis perbuatan ibadah seperti niat shalat subuh, tahiyatul masjid dan lain-lain.
2.Niat dalam arti tujuan dan maksud dari sesuatu perbuatan (motif)
Niat dalam pengertian motif mempunyai dua fungsi:
1. Menentukan nilai hukum (wajib, sunat, makruh, mubah dan haram), yaitu untuk sesuatu amal yang tidak ditentukan hukumnya secara tegas oleh Al-Quran da As Sunnah.
2.Menentukan kualitas pahala dari sesuatu perbuatan:
Perbuatan yang tertinggi disebut ikhlas dan perbuatan terendah disebut riya.
<22/05/08>
RUKUN SHALAT
(13 Perkara)
1. Niat (Menyengaja shalat)
2. Menyebut Takbiratul Ihram yaitu Allahu Akbar yang pertama
3. Berdiri tegak bagi kuasa, dan dibolehkan berduduk atau terlentang bagi yang sakit.
4. Membaca surat Al Fatihah pada tiap-tiap rakaat
5. Rukuk dengan thuma’ninah (berhenti sebentar)
6. Iktidal (bangkit dari rukuk berdiri tegak) dengan thuma’ninah
7. Sujud dua kali serta berhenti sebentar
8. Duduk antara dua sujud dengan thuma’ninah
9. Duduk Tasyahud akhir dengan thuma’ninah
10. Membaca Tasyahud (tahiyat) akhir
11. Membaca Shalawat Nabi Pada tashayud akhir
12. Membaca salam yang pertama
13. Tertib, yakni berurutan dalam mengerjakannya
Ket: Yang dikehendaki dalam membaca bacaan dalam shalat, adalah dengan melafazkannya sehingga terdengar ke telinga kita sendiri. Untuk shalat magrib, isya dan subuh sunat mengeraskan bacaan walaupun kita sedang shalat seorang diri. Makmun dalam shalat berjamaah tetap wajib membaca surat Al Fatihah seperti dalam shalat sendirian dan pada waktu shalat magrib, isya dan subuh membacanya adalah bila imam sedang membaca surah.
<17/05/08>
Sembahyang Jumat
Hukumnya Fardhu Ain
Yang wajib mengerjakannya yaitu tiap-tiap orang:
1. Islam
2. Laki-laki
3. Merdeka (bukan hamba)
4. Baligh (cukup umur)
5. Aqil (akal)
6. Sehat (tidak sakit)
7. Muqim (diam atau tinggal dalam negeri) bukan orang musafir
<05/05/08>
SYARAT-SYARAT SHALAT
Syarat-syarat yang mendahului shalat dan wajib dipenuhi oleh orang yang hendak mengerjakannya, dengan ketentuan bila ketinggalan salah satu di antaranya, maka shalatnya batal ialah:
1. Mengetahui tentang masuknya shalat
2. Suci dari hadats kecil dan hadats besar
3. Suci badan , pakaian dan tempat shalat dari najis
4. Menutup aurat
|