05 Sept 2010
    
 
Menu    >> Home  >> >> Tips_3 
Agenda

 

Polling

 


< 08/10/08> 

Karpet Anda Terkena Najis ? 

Seringkali kita menghadapi masalah bagaimana hendak mensucikan najis air kencing anak-anak, terutama bila terkena permadani atau karpet. Apalagi jika karpet kita itu kita gunakan untuk alas shalat, maka harus senantiasa bersih dan suci.  Apakah permadani atau karpet itu perlu dibasuh seluruhnya?

Ikutilah Tips berikut ini:

Air kencing anak-anak itu ada 2 (dua) jenis, yaitu:

Najis Mukhafafah (najis ringan), yaitu air kencing anak laki-laki yang belum makan makanan kecuali air susu ibu sebelum berumur 2 (dua) tahun.

Cara mensucikannya:
Buang dahulu ain (najis yang terlihat). Kemudian disucikan cukup dengan memercik air pada tempat yang terkena najis. Percikan itu tidak harus banyak. Jika ada botol penyemprot lebih mudah.

Najis Mutawassitah (najis pertengahan)
a. Air kencing anak lelaki walaupun belum cukup 2 (dua) tahun tetapi sudah memakan makanan selain susu ibu.
b. Air kencing anak perempuan

Cara mensucikannya:
Jika air kencing itu mengenai permadani yang tembus air, caranya:
Letakkan wadah yang besar di bawah bagian yang terkena najis Tuangkan air dan basuh najis itu hingga bersih. Kemudian air tadahan itu dibuang.

Jika air kencing tidak dapat meresap di atas permadani (yakni permadani yang tebal), caranya:
Buang airnya dahulu. Bersihkan hingga hilang bau dan warna najis tersebut. Barulah dituangkan air di atasnya dan lap-kan dengan kain yang kering dan bersih. Sunnat hukumnya diulang sebanyak 3 kali
 Kemudian tunggu karpet hingga kering. Sekarang karpet yang suci dan bersih siap digunakan.. Lebih baik lagi jika karpet anda disemprot dengan pewangi. Sebab para malaikat akan mendatangi tempat-tempat yang suci, bersih lagi harum.Semoga hal ini dapat membantu anda untuk khusyuk dalam menunaikan shalat. Sampai jumpa dalam tips yang lain….!

< 29/09/08> 

Menyambut Hari Raya Mengikut Syariat

a. Mengucapkan tahniah
Pada Hari Raya Idu Fitri disunatkan mengucapkan tahniah(ucapan selamat) kepada sesama muslim.

b. Bermaaf-maafan di antara satu sama lain
Anak mencium tangan ibu bapa dan meminta maaf. Isteri bersalam dan mencium tangan suami memohon ampun di atas segala kesalahan. Begitu juga rekan, tetangga, sanak saudara, apabila bertemu saling bersalaman dan bermaafan.

c. Menziarahi kubur
Menziarahi kubur kaum keluarga di pagi hari raya dilakukan sebagai mengingati mereka yang sudah pergi. Di sana dibaca surah Fatihah atau yasin atau tahlil serta doa selamat.

d. Bersilaturahmi
Bersilaturahmi kaum keluarga, rekan-rekan, tetangg dan orang yang dikenali untuk mengeratkan tali silaturahi. Bersilaturahmi bukan dengan niat hendak makan  atau dapat uang raya tetapi sebagai menghubungkan kasih sayang.

e. Menjamu makan
Membuat jamuan dan menjemput orang ramai datang dengan niat bersedekah dan menghubungkan kasih sayang seama keluarga, rekan, tetangga dan orang yang susah.

< 11/09/08> 

Bertadarus

Bertadarus artinya membaca Al Quran beramai-ramai hingga tamat terutama dalam bulan Ramadhan. Hukumnya sunat.

Adab- adab bertadarus :

1. Berniat mengerjakan tadarus di bulan puasa adalah karena Allah.
2. Pusatkan perhatian dan fikiran kepada ayat-ayat yang dibaca.
3. Fahami dan rasakan kebesaran dan kehebatan Allah.
4. Fahamilah kandungan atau ayat yang dibaca.
5. Jauhilah ingatan kepada permasalahan lain
6. Anggaplah setiap apa yang dibaca ditujukan kepada diri sendiri.
7. Apa yang dibaca memberi kesan di hati. Contohnya ayat yang menyentuh tentang siksaan Neraka, datangkan rasa gerund dan takut di hati akan siksaan Neraka itu dan sebagainya.
8. Bacalah dengan jelas, teratur dan jika dapat dengan tajwid yang benar.

< 05/09/08> 

Berbuka Puasa

Setelah berpuasa sepanjang hari, kita disuruh berbuka apabila masuk waktu maghrib (terbenam matahari). Allah SWT menyukai mereka yang segera berbuka. Hadist:

"Sesungguhnya hamba-hamba Ku yang paling Aku sukai ialah mereka yang menyegerakan berbuka." (HR Imam Ahmad dan Tarmidzi)

Apa semestinya yang kita lakukan pada saat berbuka puasa:

1. Hindarkan makan terlalu banyak sehingga perut sesak dan sukar bernafas.
2. Jauhi menyediakan beraneka makanan sehingga membazir.
3. Makanan tidak terlalu pedas karena mungkin mudarat kepada perut
4. Hindarkan selalu makan makanan yang berdaging karena system penghadaman yang tidak sesuai pada waktu malam. Sebaliknya makan makanan yang mudah hancur.
5. Berbuka ala kadar sebelum sembahyang magrib. Sambung makan semula sesudah sholat.
6. Hentikan makan sebelum terlalu kenyang.

 

<01/09/08>

Amalan yang Diperbanyak Selama Bulan Ramadhan

1. Mengakhirkan sahur. Memperbanyakkan makan sahur bukan berarti porsi makannya yang ditambah, tetapi maknanya seorang muslim harus berupaya menjaga sahurnya setiap hari menjelang subuh, disamping sebagai amaliyah sunnah, sahur juga membantu mengatur  stamina tubuh pada siang hari saat sedang berpuasa. Oleh karena itu makan sahur harus diupayakan adanya meskipun hanya dengan sesuap makanan atau seteguk air.
 Rasulullah bersabda: Makan sahurlah kamu, karena dalam makan sahur terdapat berkah (HR Bukhari & Muslim)

2. Menyegerakan berbuka. Ini termasuk sunnah puasa yang penting dilakukan oleh kaum muslimin, sehingga meski dirinya masih merasa kuat hingga waktu shalat isya datang, namun ia akan memperoleh kebaikan dan pahala jika bersegera berbuka. Sabda Nabi:”Selalulah manusia itu dalam kebaikan, selama mereka menyegerakan berbuka.”

3. Iktikaf, yaitu menetap di mesjid untuk beribadah sebagai cara mendekatkan diri kepada Allah Swt. Waktunya bisa di awal, di tengah, atau di akhir Ramadhan.

4. Bersedekah dengan menyisihkan sebagian rezeki. Sabda Rasulullah:”Tidaklah sedekah itu mengurangi harta sedikitpun.” (HR Thabrani & Baihaqi)

5. Memperbanyak Istighfar. Yaitu memohon ampunan kepada Allah atas dosa-dosa yang telah diperbuat.

6. Tilawah Al Quran bukan pada banyak tapi pada penghayatannya.

7. Memberi buka puasa walaupun sebiji kurma, sebagaimana sabda Nabi Saw, “Barangsiapa memberikan makanan untuk berbuka puasa niscaya ia memperoleh pahala sebagaimana yang diperoleh orang yang berpuasa itu dengan tidak mengurangi sedikitpun (pahalanya)” (HR Ibnu Khuzaimah dari Salman Al Farisi)

8. Qiyamullail atau tarawih. Pada bulan Ramadhan Qiyamullail yang dihayati dapat menghapuskan dosa-dosa dimasa lalu.

9. Dianjurkan untuk memperbanyak doa di bulan Ramadhan karena doa ketika itu tidak tertolak.

10. Giat beribadah pada 10 hari terakhir. Sabda: Beliau sangat bersungguh-sungguh beribadah pada sepuluh hari terakhir yang tidak beliau lakukan pada selainnya.”